Gaya Dan Jiwa Kepemimpinan Ini Sebenarnya Ada Di Diri Kamu!

Gaya Dan Jiwa Kepemimpinan Ini Sebenarnya Ada Di Diri Kamu!

Presiden Abraham Lincoln pernah menceritakan kisah tentang seorang petani. Di samping rumah petani tersebut, tumbuh sebatang pohon tinggi yang sangat indah. Suatu pagi, dia melihat seekor tupai berlari memanjat ke atas pohon dan menghilang ke dalam sebuah lubang. Karena penasaran, petani itu melihat ke dalam lubang dan mendapati bahwa pohon yang ia kagumi itu berlubang di dalamnya, dan bisa rubuh menimpa rumahnya saat badai hebat menerjang. Dalam dunia bisnis tidak selamanya segala sesutau berjalan dengan mulus, adakalanya bertemu masalah yang harus diselesaikan dengan berbagai risiko, sehingga diperlukan management mindset dalam bisnis. Dalam Pelayanan terkandung makna bahwa dalam memberikan pelayanan, Pimpinan dan seluruh Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Kementerian Keuangan melakukannya untuk memenuhi kepuasan pemangku kepentingan dan dilaksanakan dengan sepenuh hati, transparan, cepat, akurat, dan aman.

memiliki sebuah sikap kepemimpinan

Selain itu juga dibentuk Tim Asistensi yang diketuai oleh Arifin Djunaedi dengan anggota H Muhyiddin Arubusman, H.M. Fachri Thaha Ma`ruf, Lc., Drs. Tim Asistensi bertugas membantu Tim Lima dalam mengiventarisasi dan merangkum usulan yang ingin membentuk parpol baru, dan membantu warga NU dalam melahirkan parpol baru yang dapat mewadahi aspirasi poitik warga NU. Akhirnya, PBNU mengadakan Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU tanggal three Juni 1998. Forum ini menghasilkan keputusan untuk membentuk Tim Lima yang diberi tugas untuk memenuhi aspirasi warga NU. Namun demikian, sikap yang ditunjukkan PBNU belum memuaskan keinginan warga NU.

Kini kebanggaan orang tua sangat terlihat dari kecenderungan mengabadikan setiap momen anak-anak terlihat menonjol dibandingkan dengan teman-temannya yang lain. Lalu kebanggaan ini juga dipamerkan kepada orang tua lain, dan disiarkan melalui media-media sosial pribadi. Berkat keinginan membanggakan anak-anak mereka maka anak diminta untuk mengerjakan ini dan itu, bahkan mengikuti berbagai kursus.

Dari dua definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa sebenarnya konflik itu adalah adanya dua kelompok yang saling bertentangan baik secara terbuka maupun latent . Konflik itu kadang-kadang merupakan suatu yang sangat perlu dalam suatu organisasi, tapi konflik yang bagaimana? Tentu saja konflik yang dapat merangsang perubahan dalam organisasi dan dapat menolong organisasi untuk secara terus menerus belajar , namun tidak semua konflik akan menciptakan perubahan yang positif. Konflik yang mampu merangsang perubahan hanyalah konflik yang lazim disebut konflik fungsional.

Interaksi menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa semua orang yang terlibat bersama sang pemimpin tidak tersingkir oleh jarak komunikasi. Tetapi semua orang dapat mengerjakan tugas dan tanggung jawab masing-masing dalam etika yang membangun kerjasama dan keyakinan dalam kepercayaan diri yang tinggi. Setelah menentukan inovasinya maka seorang pemimpin akan masuk pada proses INTERVENE yaitu bagaimana menentukan siapa saja stakeholder yang terlibat untuk menciptakan inovasi . Untuk mendapatkan dukungan dari stakeholder, seorang pemimpin harus dapat menjelaskan tidak hanya apa yang menjadi proyek perubahan, tidak juga hanya menjelaskan bagaimana, tapi yang terpenting adalah mengapa proyek perubahan ini penting untuk dilakukan. Karena dalam mematangkan rencana kerja, perlu masukan dari setiap stakeholder yang terdampak dari perubahan. Mereka dapat memberikan kontribusi sumberdaya yang dimiliki dan komitmen bila penjelasan “WHY” sudah dapat terjawab.

Wujud syukur menjadi seorang pemimpin yang diberikan oleh Allah SWT yaitu apa pun harus disyukuri dan melaksanakan apa yang menjadi amanat. Jabatan dan kedudukan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabakan dan disadari untuk menjaganya. Prof. Miftah mengingatkan, jabatan sebagai amanah akan melahirkan penyesalan, kesedihan dan kesengsaraan kecuali mengambilnya dengan cara yang baik dan melaksanakan tugas dengan baik. Pemimpin betulan, adalah pemimpin yang memenuhi ketentuan-ketentuan yang diajarkan oleh Islam. Sedangkan pemimpin kebetulan adalah orang yang kebetulan menjadi pemimpin, tanpa dilandasi keterampilan dalam memimpin dan tidak tahu aturan. Seorang pemimpin, harus berpihak pada rakyat dan umat karena pemimpin datang dari umat dan memimpin untuk umat.

Selain itu, mereka dapat menunjukkan ketertarikan dan semangat untuk memiliki ide lain guna mendorong upaya kreativitas lebih lanjut. Oleh karena itu, peran pemimpin kreatif sangat dibutuhkan di kalangan pemimpin yang nantinya juga akan berdampak penting pada tingkat Kreativitas Organisasi. Leadership atau kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi, mengarahkan memotivasi dan mengawasi orang lain untuk menyelesaikan tugas yang telah direncanakan guna mencapai tujuan tertentu. Suatu perusahaan atau organisasi dapat berkembang atau tidak salah satunya ditentukan oleh kepemimpinan yang memimpin. Melengkapi kemampuan petugas, tidak terlalu sulit, karena setiap pegawai memiliki kesempatan untuk meningkatkan pengetahuan melalui pendidikan baik pendidikan umum maupun teknis.

Seorang pemimpin harus mempunyai integritas, bertanggung jawab, mempunyai pengetahuan yang luas, percaya diri, mempunyai kepribadian yang baik atau jiwa sosial yang baik, serta kemampuan meyakinkan orang lain dalam membangun organisasi tersebut. Menurut Tim Elmore, seorang penulis di dalam bukunya tentang kepemimpinan, terdapat dua jenis seorang pemimpin,yaitu “habitual leader”dan “situational leader”. Habitual leaderadalah orang yang secara sudah terbiasa untuk memimpin di keadaan apapun.

Kapasitas Integratif, pemimpin harus menjadi seorang integrator dan memiliki pandangan holistik mengenai organisasi. Kalau begitu, keputusan tegas memang perlu tetapi harus telah dipertimbangkan dengan sematang-matangnya. Jadi keputusan yang tegas adalah suatu pilihann sikap untuk melakukan sesuatu yang benar dan tidak bimbang. Oleh karena itu harus mengalahkan keragu-raguan yang ada dengan mencoba menggali knowledge dan fakta serta ketemunya tujuan yang jelas sebagai target dari suatu keputusan yang tidak boleh sekedar coba-coba.

Rakyat tidak hanya bebas mendirikan partai-partai politik sebagai wahana untuk memperjuangkan aspirasi politiknya. Rakyat bebas pula untuk mendirikian organisasi-organisasi kemasyarakatan, seperti serikat petani, serikat buruh, perkumpulan masyarakat adat, dan lain sebagainya. Selain itu, tumbuhnya organisasi-organisasi rakyat dari bawah ini akan memperkuat masyarakat sipil yang diperlukan bagi berlangsungnya sistem politik dan pemerintahan yang demokratis. Melalui berbagai media hampir semua lapisan rakyat Indonesia sudah dapat mengekspresikan perasaan dan pendapatnya tanpa rasa takut atau was-was seperti pada zaman Orde Baru. Rakyat Indonesia relatif bebas mengkomunikasikan gagasan dan informasi yang dimilikinya. Pertemuan-pertemuan rakyat, seperti, seminar, rapat-rapat akbar tidak lagi mengharuskan meminta izin penguasa seperti di masa Orde Baru.

Comments are closed.