Bagaimana Menumbuhkan Sikap Kepemimpinan? Ini Tip Menumbuhkan Jiwa Kepemimpinan!

Bagaimana Menumbuhkan Sikap Kepemimpinan? Ini Tip Menumbuhkan Jiwa Kepemimpinan!

Pertama “konlik terjadi karena saling ketergantungan”, dalam menjalankan tugasnya antara unit yang satu dengan yang lainnya saling ketergantungan, sehingga terjadi kompetisi dalam memperebutkan otonomi dan koordinasi. Masing-masing unit akan memperjuangkan otonomi yang lebih besar untuk kepentingan unitnya. Langkah ini akan berbenturan dengan langkah dan keinginan organisasi dalam melakukan koordinasi.

Ketika para anggotanya merasa percaya diri dalam melakukan pekerjaan, pemimpin hanya mengarahkan dan membantu anggotanya. Kondisi dimana pemimpin hanya memberikan instruksi yang jelas serta mengawasi pekerjaan langsung dari pengikut/anggota. Pemimpin biasanya tidak melibatkan diri dalam proses pengerjaan tugas, sehingga hanya terjalin komunikasi satu arah. Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga menyebutkan bahwa anak merupakan ujian bagi kedua orangtuanya. Dengan kata lain, orangtua memiliki kewajiban untuk mendidik dan menjadikan anak-anaknya menjadi anak yang saleh/salehah, bermanfaat bagi diri, keluarga, masyarakat, bangsa, dan agamanya.

Adapun contoh kecil dari kriteria tersebut seperti bersikap adil terhadap karyawan. Selain itu, selalu mengambil keputusan yang tidak merugikan salah satu pihak. Namun lebih jauh, berikut adalaj merupakan paparan mengenai cara menjadi pemimpin yang baik untuk keberhasilan bisnis yang sedang dijalankan. Seorang pemimpin sejati mempengaruhi orang lain untuk menjadi yang terbaik. Kepemimpinan adalah tentang pengaruh sosial, bukan kekuasaan posisional.

memiliki sebuah sikap kepemimpinan

Di masa depan, persoalan kita sudah sangat berbeda, dan untuk menghadapinya dibutuhkan tipe kepemimpinan yang juga berbeda. Cepat atau lambat, masyarakat kita akan semakin kritis dan mulai mengerti hak-haknya. Mereka tidak ingin hanya menjadi obyek yang terus menerus diatur oleh pemimpin mereka. Pemimpin saat ini juga diharapkan mampu membuat inovasi kebijakan yang berani dan berdampak jauh serta mampu menghadapi persoalan ekonomi yang baru, seperti tuntutan pemerataan dan keadilan.

Seorang pemimpin dihadapkan dengan persoalan-persoalan yang akan selalu muncul setiap hari. Jenis persoalan harus dapat diidentifikasi dengan cermat agar penyelesaiannya tepat. Ada persoalan yang muncul dilingkup teknis namun juga ada masalah yang muncul non-teknis. Persoalan non-teknis dikenal dengan istilah tantangan secara adaptif pendekatan lebih informal.

Agar mampu menjadi pemimpin yang baik diperlukan serangkaian keterampilan agar dapat memandu orang lain dengan baik dan benar. Artinya menjadi seorang pemimpin diperlukan serangkaian proses yang cukup panjang. Maka, pertanyaannya adalah sejak kapan keterampilan kepemimpinan dapat dipupuk?

Pemimpin yang tanggap dengan perubahan dimaknai sebagai pemimpin perubahan . Karenanya seorang pemimpin mesti mampu bersikap tenang dalam menghadapi segala situasi dan kondisi. Sikap tenang cukup membantu seorang pemimpin terlebih dalam pengambilan keputusan secara bijak dan tepat sehingga alur tetap berjalan sesuai rencana pencapaian tujuan. Dimulai dengan bergulirnya era reformasi, munculah berbagai produk hukum yang diharapkan untuk memperbaiki kondisi hak asasi manusia di Indonesia, khususnya hak sipil dan politik. Antara lain, UUD 1945 pasal 28A sampai pasal 28J, Ketetapan MPR Nomor XVII/MPR/1998 tentang Hak Asasi Manusia, UU Pers, UU tentang HAM (UU No. 39 Tahun 1999), UU Pemilu, UU Parpol, UU Otonomi Daerah. Dari sisi politik, rakyat Indonesia telah menikmati kebebasan politik yang luas.

Comments are closed.