15 Cara Membangun Sikap Toleransi

15 Cara Membangun Sikap Toleransi

Lakukan beberapa hal ini untuk membentengi anak dari kejahatan seksual di dunia maya maupun di lingkungan rumah dan sekolah. “Kita harus terus mengembangkan sikap toleransi dan tasamuh, yang artinya perilaku menerima dan menghargai keberadaan orang lain, meskipun berbeda keyakinan,” tutur Wapres. Setiap orang berhak menilai sesuatu dan nggak ada yang melarang untuk berpendapat. Namun, seringkali kita langsung membuat kesimpulan pada tindakan seseorang dan dihubungkan pada beragam faktor, salah satunya ras atau suku orang tersebut. Padahal, belum tentu ras atau suku tersebut berkaitan dengan sikap orang yang kamu nilai, bisa jadi ada faktor lain yang mempengaruhinya.

Dengan rukun tertib itu, seseorang yang melaksanakan shalat harus melaksanakan rukun-rukunnya secara berurutan dan tidak boleh dilaksanakan secara mengacak. Demikian pula ketika berwudlu, urutan anggota badan yang dibasuh harus berurutan dari sejak berkumur-kumur, membasuh muka hingga membasuh kaki. Pelanggaran terhadap rukun tertib ini bisa menyebabkan ibadah yang dilakukan menjadi tidak sah secara syariat.

Melatih sikap toleran kita

Karena itulah diperlukan kesadaran yang tinggi bagi seseorang untuk bisa berempati terhadap kaum difabel. Memprioritaskan mereka merupakan tindakan yang terpuji, dan anehnya kebiasaan tersebut justru diusung oleh budaya barat. Apalagi saat ini sudah banyak tempat-tempat umum yang menyediakan fasilitas khusus untuk difabel.

Dengan mengajarkan toleransi, Anda membantu si kecil untuk melihat bahwa dunia yang ia tinggali penuh dengan keberagaman yang perlu dihargai dan dihormati. Makna dari toleransi sendiri yaitu seperti sikap saling menghormati sesama. Namun sayangnya, pada masa sekarang ini sikap toleransi pada sesama mulai hilang.

Setiap negara mempunyai budaya yang berbeda-beda tergantung dari kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakatnya. Dalam membentuk kehidupan harmonis dan berkerukunan antar umat beragama. Sikap toleransi, kata dia, akan mampu mewujudkan kesatuan masyarakat, meski memiliki keyakinan yang berbeda. ” untuk menjaga keseimbangan yang paripurna, apapun suku, etnis, budaya, agama dan pilihan politiknya mau saling mendengarkan satu sama lain dan saling belajar melatih kemampuan mengelola dan mengatasi perbedaan di antara mereka,” jelasnya.

Keberagaman ini dapat dilihat dari segi suku, ras, agama, maupun pemahaman budaya yang dimilikinya. Indonesia terdiri dari berbagai suku, budaya, dan berbagai keberagaman lainnya. Jika sebuah lingkungan penuh dengan orang yang berasal dari Sumatera dan kebetulan anda tinggal di area tersebut maka anda harus bisa toleransi dengan cara mereka berbicara yang menggunakan suara yang keras. Sedangkan anda terbiasa mendengar suara dengan volume yang biasa saja. Maka anda tidak bisa selalu menyediakan kue karena anda sayang pada anak atau anda menyediakan makanan asin selalu karena anda suka.

Terkadang ada saja berita atau isu-isu yang mengandung ujaran kebencian, menyulut amarah masyarakat, serta memojokkan atau menuduh kelompok atau oknum tertentu. Menanggapi hal ini, Faris Khairul Anam dalam bukunya yang berjudul Fikih Jurnalistik; Etika dan Kebebasan Pers Menurut Islam menyampaikan beberapa hal yang bisa kita lakukan ketika menerima sebuah berita. Kesadaran hukum dapat diartikan sebagai kesadaran seseorang atau suatu kelompok masyarakat kepada aturan-aturan atau hukum yang berlaku.Kesadaran hukum sangat diperlukan oleh suatu masyarakat. Hal ini bertujuan agar ketertiban, kedamaian, ketenteraman, dan keadilan dapat diwujudkan dalam pergaulan antar sesama. Tanpa memiliki kesadaran hukum yang tinggi, tujuan tersebut akan sangat sulit dicapai.

Mereka menegaskan Islam adalah agama toleran dan menghargai kemajemukan. Karena itu, mereka menganjurkan umat Islam tidak menyembelih sapi di hari Idul Adha, untuk menghormati keyakinan umat Hindu. Sikap-sikap mereka mirip sekali dengan ormas Islam moderat seperti NU. Selanjutnya, perlulah kiranya kita untuk saling menjaga silaturahmi antar umat beragama supaya tidak saling curiga. Saling berkomunikasi anatar satu umat Bergama satu dengan umat beragama lainnya. Dengan begitu, rasa saling curiga, perilaku menghakimi orang atau kelompok lain, serta sikap intoleransi tak terjadi.

Langkah pertama yang bisa kita lakukan untuk mewujudkan atau menumbuhkan sikap toleransi pada diri sendiri adalah kita mengetahui serta memahami apa itu toleransi. Toleransi secara luas adalah sikap atau perilaku manusia yang tidak menyimpang dari nilai atau norma-norma agama, hukum, budaya, di mana seseorang menghargai atau menghormati setiap yang orang lain lakukan. Toleransi antar umat beragama dan kepedulian sosial sangat penting dan harus diterapkan karena membuat kehidupan semakin rukun dan damai, serta dapat meningkatkan rasa persaudaraan. Selain itu, toleransi juga dapat meningkatkan rasa nasionalisme terhadap negara kita ini dan meningkatkan perkembangan negara. Toleransi dapat meningkatkan rasa nasionalisme juga karena dengan memiliki sikap toleransi, hal itu berarti kita menghargai orang lain baik itu pendapat, agama, atau apapun. Menurut kami, agar tujuan – tujuan di atas dapat tercapai, seluruh masyarakat harus menjaga sikap toleransi antarumat beragama dan memiliki sikap peduli sosial agar negara kita ini tetap bersatu dan tidak terpecah.

Comments are closed.