10 Suggestions Mengatasi Anak Didik Jenuh Belajar Di Kelas

10 Suggestions Mengatasi Anak Didik Jenuh Belajar Di Kelas

Sikap penuh curiga, justru akan menciptakan jarak antara anak dan orang tua, serta kehilangan kesempatan untuk melakukan dialog terbuka dengan anak dan remaja. Banyak hal dan kondisi yang dapat menimbulkan tekanan dalam masa remaja. Mereka berhadapkan dengan berbagai perubahan yang sedang terjadi dalam dirinya maupun target perkembangan yang harus dicapai sesuai dengan usianya.

Dengan melakukan perbuatan tersebut, mereka mengatakan bahwa mereka merasa lebih dapat diterima, menjadi pusat perhatian oleh kelompok sebayanya, dan mengatakan bahwa melakukan perilaku berisiko tinggi merupakan kondisi yang mendatangkan rasa kenikmatan . Walaupun demikian, sebagian remaja juga menyatakan bahwa melakukan perbuatan yang berisiko sebenarnya merupakan cara mereka untuk mengurangi perasaan tidak nyaman dalam diri mereka atau mengurangi rasa ketegangan. Dalam beberapa kasus perilaku berisiko tinggi ini berlanjut hingga individu mencapai usia dewasa. Perbuatan ini seringkali dilakukan sebagai prasyarat untuk diterima dalam suatu kelompok tertentu. Ritual hazing ini sudah lama dilakukan sebagai tradisi dari tahun ke tahun sebagai proses inisiasi penerimaan seseorang dalam suatu kelompok dan biasanya hanya berlangsung singkat, namun tidak jarang terjadi perpanjangan sehingga menimbulkan tekanan bagi remaja yang mengalaminya. Remaja putri akan bersolek berjam-jam di hadapan cermin karena ia percaya orang akan melirik dan tertarik pada kecantikannya, sedang remaja putra akan membayangkan dirinya dikagumi lawan jenisnya jika ia terlihat unik dan hebat.

Dan langkah terakhir yang saya lakukan adalah dengan berkomunikasi dengan para guru senior. Yaitu dengan cara mengobrol dengan guru senior tanpa melupakan etika berkomunikasi yang baik dan sopan dengan orang yang lebih senior atau lebih tua dari saya. Dan ketika mengobrol saya akan bertanya bagaimana karakter-karakter peserta didik yang beliau ajar dan bagaimana kondisi ketika sedang melaksanakan kegiatan belajar mengajar oleh beliau dan peserta didik baik di kelas A atau B, maupun dikelas saya yang mana saya menjadi wali kelas tersebut. Siapa saja hassle maker nya, siapa saja yang aktif dalam menjawab pertanyaan, dan siapa saja yang pendiam. Hal ini akan membantu saya untuk lebih cepat memahami karakter-karakter dari peserta didik dan membantu saya untuk memilih menggunakan strategi belajar apa jika saya sedang mengajar di kelas tersebut.

Hukuman sebenarnya merupakan bentuk sanksi yang diberikan karena melanggar norma atau aturan yang berlaku. Dalam teori perilaku , hukuman merupakan penguat negatif yang bisa berupa pelemahan atau penekanan perilaku tertentu, atau penghilangan perilaku. Tentu perilaku yang ingin dilemahkan, ditekan atau dihilangkan adalah perilaku yang tidak sesuai aturan. Setelah melihat pentingnya dan juga manfaat yang bisa diperoleh dari pendidikan karakter di sekolah, alangkah baiknya jika setiap jenjang sekolah yang ada di Indonesia menjadikan pendidikan karakter sebagai salah satu strong point atau pilar kekuatan sekolah. Apalagi, saat ini sekolah lebih leluasa untuk menyusun kurikulumnya sendiri.

Mendidik junior, dan anak didik menjadi pribadi yuang lebih baik

Prinsip ini menekan bahwa penyediaan sumber daya, informasi, alat yang diperlukan untuk mendukung ke- berhasilan pekerja dalam mencapai prestasi atau tujuan pengembangan. Coach yang efektif mengenal ke- mungkinan terhadap keberhasilan pekerja daan ingin mengantisipasi dan menghilang- kan hambatan potensial. Pengetahuan yaitu informasi yang dimiliki/ dikuasai seseorang dalam bidang tertentu.

Keefektifan seseorang dalam melaksanakan tugas atau kegiatan, tercermin dari prestasi yang dicapai, sikap, kemampuan, dan aktualisasi diri. Perlunya penegakan hukum yang keras terhadap pelaku kekerasan anak, terutama jika menyebabkan kematian. Konsep pelindungan anak seharusnya tidak melindungi dirinya dari menebus kesalahan yang diperbuat. Terlepas dari usianya yang masih belia, perilaku membunuh tetap mengubah dinamika kepribadian seorang anak. Maka ia perlu mendapatkan hukuman yang membuat jera dengan prinsip sesuai yang dimasukkan dalam Undang Undang No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Lebih jauh lagi, sekolah harus diberikan sanksi tegas untuk memutuskan mata rantai bullying di dunia pendidikan.

Dalam lingkup keluarga, seorang anak akan dibentuk karakter atau pola perilaku moralnya oleh orang tua yang terdiri dari ayah dan ibu. Selain keluarga, ada institusi pendidikan lain yang bisa dilibatkan oleh orang tua untuk menanamkan karakter yang baik dalam diri anak-anak mereka. Sebagai institusi pendidikan formal, sekolah mulai dari jenjang pendidikan awal hingga jenjang pendidikan tinggi berkewajiban untuk membentuk karakter setiap peserta didiknya. Hal ini dikarenakan sekolah merupakan associate orang tua dalam mendidik anak-anaknya.

Memberikan kesan dan perkenalan pertama yang hangat dan menarik bagi murid, karena impresi pertama amat penting dalam membangun persepsi seseorang. Hal ini bisa dilakukan dengan cara perkenalan dua arah yang private. Saya harus mampu mengendalikan diri dari pikiran – pikiran yang mengganggunya. Dan sebisa mungkin tidak memperlihatkan kecemasan didepan peserta didik karena seorang guru adalah panutan dan seorang guru harus bertindak skilled. Kapan waktu bercanda dan serius.menurt saya 2 hal tersebut harus seimbang.

Role confusion ini sering dinyatakan dalam bentuk negativisme seperti, menentang dan perasaan tidak percaya akan kemampuan diri sendiri. Negativisme ini merupakan suatu cara untuk mengekspresikan kemarahan akibat perasaan diri yang tidak adekuat akibat dari gangguan dalam proses pembentukan identitas diri di masa remaja ini. Remaja kerap berhubungan berbagai perilaku berisiko tinggi sebagai bentuk dari identitas diri. Dalam suatu penelitian menunjukkan bahwa 50% remaja pernah menggunakan marijuana, 65% remaja merokok, dan 82% pernah mencoba menggunakan alkohol. Dapat dibayangkan, jika anak didik dibiarkan dengan bebas atau apabila mentor menarik dukungannya secara untimely.

Comments are closed.